LPDUK

Tingkatkan Prestasi Taekwondo, LPDUK Kemenpora Bekerja Sama dengan PB TI

Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahrgaaan (LPDUK) Kemenpora dan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) sepakat bekerja sama mengembangkan industri dan peningkatan prestasi olahraga taekwondo.  

Kerja sama mulai terbangun dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman tentang Mekanisme Penggalangan, Pengelolaan Dana Komersial dan Pelaksanaan Event Kegiatan Olahraga Taekwondo oleh Plt Direktur LPDUK Tri Winarno Bersama Sekretaris Jenderal PB TI, Tb Indra Mulia Arie Zuhri, di Kantor LPDUK Jakarta.

Nota Kesepahaman tersebut menjadi landasan kedua belah pihak melakukan kerja sama yang akan diatur secara teknis lewat perjanjian kerja sama.  

“Dalam MoU ini, kami bersepakat untuk bekerja sama dalam mengoptimalisasikan kegiatan Penggalangan, Pengelolaan Dana Komersial dan Pelaksanaan Kegiatan Event Keolahragaan, yang mana hal ini bertujuan untuk melaksanakan pembinaan, pengembangan, peningkatan kualitas atlet, dan peningkatan prestasi cabang olahraga Taekwondo di Indonesia,” kata Plt Direktur LPDUK Tri Winarno dalam rilis yang diterima 

Menurutnya, sesuai arahan Menpora, Sesmenpora, dan Deputi di Kemenpora, program-program LPDUK harus bisa mendukung program prioritas Kemenpora di bidang keolahragaan.  Isu saat ini adalah Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang di dalamnya ada roadmap yang terkait dengan target-target prestasi cabang olahraga prioritas hingga level Olimpiade.  

Kerja sama dengan PB Taekwondo Indonesia ini menjadi langkah strategis bagi LPDUK karena taekwondo adalah salah satu cabor prioritas yang masuk ke dalam program DBON. 

Sekretaris Jenderal PB TI, Tb Indra Mulia mengapresiasi gerak cepat LPDUK untuk mewujudkan kerja sama dengan PBTI, setelah belum lama ini melakukan diskusi penjajakan lewat zoom meeting. 

“Kami berharap Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Event juga dapat segera bisa ditandatangani oleh Ketua Umum PBTI langsung atau pejabat yang ditunjuk,” tutur Indra Mulia. 

Setelah melakukan penandatanganan MoU, LPDUK dan PBTI langsung membahas draft Perjanjian Kerjasama untuk Penggalangan dan Pengelolaan Dana Komersial dalam rangka penyelenggaraan kejuaraan lima wilayah kategori kadet dan junior di tahun 2022. 

Event tersebut merupakan program besar PBTI guna mencari atlet-atlet muda berbakat yang bisa diproyeksikan menjadi atlet andalan nasional di masa mendatang. 

“Taekwondo pernah meloloskan atlet ke beberapa Olimpiade seperti Olimpiade Seoul, Barcelona dan Sedney. Kami ingin mengulang kembali pencapaian prestasi itu dan bahkan bisa sampai meraih medali di Olimpiade,” ujar Indra Mulia. 

Setelah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PB TI, Direktur LPDUK juga menerima pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang terdiri dari Wakil Ketua Umum I PB IPSI, Ketua Binpres PB IPSI, dan Anggota Binpres PB IPSI yang juga membahas rencana kerja sama dengan LPDUK.  Seperti halnyanya taekwondo, pencak silat juga merupakan satu dari 14 cabang olahraga prioritas dalam program DBON.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.