Peran BRI Mengantarkan Timnas Menuju Juara

Peran BRI Mengantarkan Timnas Menjemput Prestasi

Peran Bank BRI dalam membantu terselenggaranya kompetisi Liga 1 2021/2022 memberi dampak positif bagi Timnas Indonesia. Pertarungan 18 klub BRI Liga 1 mempermudah tim Garuda mencari pasukan tempur guna meraih prestasi.

Sehebat-hebatnya Shin Tae-yong sebagai pelatih, tanpa keberadaan pemain berkualitas di Timnas Indonesia, dia tak akan bisa berbuat banyak. Pemain bagus saja juga tidak cukup. Pemain itu harus sesuai dengan karakter yang diinginkannya.

Nah, proses pencarian itu lebih maksimal untuk dilakukan ketika ada kompetisi. Liga 1 menjadi jawaban setelah kompetisi resmi Tanah Air vakum terhitung 16 Maret 2020, ketika pandemi Covid-19 menyebar.

Liga 1 akhirnya berjalan mulai 27 Agustus 2021 dengan Bank BRI sebagai sponsor utama. Jadilah kompetisi ini dengan nama BRI Liga 1 yang diikuti 18 tim terbaik Tanah Air.

Penemuan Ricky Kambuaya dan Ramai Rumakiek

Dari seri pertama hingga kedua, Shin Tae-yong mulai menemukan pemain-pemain yang cocok dengan karakternya. Akhirnya, Ricky Kambuaya dan Ramai Rumakiek yang selama ini kurang terdengar bisa masuk Timnas Indonesia.

Penemuan ini membantu Shin Tae-yong berprestasi di Piala AFF 2020. Kambuaya dan Ramai menjadi dua sosok penting yang membawa Timnas Indonesia menembus final Piala AFF 2020.

Kambuaya sebagai debutan tampil dalam delapan pertandingan Piala AFF 2020. Sementara Ramai yang baru berusia 19 tahun tampil dalam tujuh pertandingan.

Sebelum dibawa ke Piala AFF 2020, keduanya lebih dulu diuji dalam laga playoff kualifikasi Piala Asia 2023, melawan Taiwan di Thailand, bulan Oktober 2021 lalu. Melalui instagram pribadinya, Shin Tae-yong menyebut pemainnya ditemukan dari hasil memantau pertandingan BRI Liga 1.

“Pemain Tim Nasional saat ini adalah pemain pertama kali yang dipilih oleh saya langsung melalui pemantauan BRI Liga 1,” tulis Shin Tae-yong dalam salah satu postingan instagramnya pada 8 Oktober 2021.

Debutan di BRI Liga 1

Performa ganas di Piala AFF 2020 belum membuat Shin Tae-yong puas. Nyatanya, ketika dua kali uji coba lawan Timor Leste pada akhir Januari 2022 lalu, nama-nama baru kembali dipanggil.

Ada pemuda 20 tahun asal Arema FC bernama Achmad Figo. Dia juga baru debut musim ini di Liga 1. Ketika performanya dipandang bagus dalam sebuah pertandingan BRI Liga 1, Figo langsung dipanggil.

Shin Tae-yong juga tak ragu mempromosikan pemuda 17 tahun bernama Marselino Ferdinan, setelah tampil bagus bersama Persebaya Surabaya. Keduanya debut membela Timnas dalam partai lawan Timor Leste.

Marselino tak sendirian. Ada pemain muda milik Madura United, Ronaldo Kwateh yang juga diberi kesempatan membela Timnas Indonesia dalam usia 17 tahun.

“Memang Ronaldo (Kwateh) dan Marselino (Ferdinan) masuk di babak kedua. Setelah mereka masuk performa tim lebih baik,” kata Shin Tae-yong dalam sesi jumpa pers usai lawan Timor Leste pada 27 Januari 2021.

BRI Liga 1 tak hanya berkontribusi saat kompetisi berjalan normal. Bahkan, ketika serangan pandemi Covid-19 membuat tim-tim kebingungan, BRI Liga 1 masih memberi jalan Timnas Indonesia mencari pemain potensial. Kakang Rudianto, pemain yang namanya belum begitu dikenal bisa terendus Shin Tae-yong.

Jebolan Garuda Select ini mendapat “durian runtuh” ketika timnya dihajar Covid-19. Absennya beberapa pemain membuatnya jadi pemain inti dalam laga lawan Tira Persikabo, 29 Januari 2022 lalu.

Debutnya bersama Persib di BRI Liga 1 berakhir manis. Kakang yang awalnya diragukan karena kurang pengalaman justru menjadi penentu kemenangan atas Tira Persikabo.

Bukan hanya clean sheet, Kakang pun menjadi pencetak gol kemenangan Persib. Setelah performa apik itu, Kakang diberi kesempatan tampil lawan Bhayangkara FC dan PSS Sleman.

Kini, Kakang masuk dalam daftar panggilan Timnas Indonesia U-19. Tim yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2023 ini menjalani latihan di Jakarta mulai Rabu (02/03/22), sebelum berangkat ke Korea Selatan untuk pemusatan latihan.

Pengaruh positif BRI Liga 1 untuk Timnas Indonesia tak bisa dilepaskan dari jasa sosok-sosok belakang layar. Untuk seri empat di Bali, ada mantan pemain Timnas Basket Indonesia, Cokorda Raka Satrya Wibawa.

Sosok yang pernah juara liga basket Tanah Air, baik sebagai pemain maupun pelatih ini turut membantu pelaksanaan BRI Liga 1. Cokorda Raka sebagai salah satu perwakilan Pemprov Bali menyiapkan venue untuk bertanding dan berlatih.

Dengan segudang prestasi di basket profesional, Cokorda Raka rela jadi “pembantu” agar seluruh venue bisa maksimal bagi pemain Tanah Air, termasuk penikmat sepak bola Indonesia di penjuru dunia.

“Ya, ini jadi pengalaman baru buat saya. Dulu (sebagai atlet) kita yang diservis, sekarang kita yang servis tim-tim Liga 1 ini,” tutur Cokorda Raka kepada INDOSPORT.

BRI Liga 1 akan berjalan hingga 26 Maret 2022 mendatang. Masih ada satu seri lagi untuk menghadirkan kejutan, siapa lagi pemain yang dipilih untuk berseragam merah putih.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.