Pembangunan Tol Bali Mandara,

Pembangunan Tol Bali Mandara, Dapet Apresiasi Mengapa?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengapresiasi pembangunan proyek PLTS di Jalan Tol Bali Mandara untuk kebutuhan penerangan jalan dan pintu Gerbang Tol Otomatis (GTO).

Pasokan listrik yang didapatkan melalui PLTS tersebut nantinya akan menjadi sumber listrik yang ramah lingkungan untuk lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), kantor operasional dan juga gerbang tol di Jalan Tol Bali Mandara.

Proyek PLTS ini memiliki kapasitas maksimum 400 kilo Watt peak (kWp) untuk kebutuhan penerangan dan operasional jalan tol, dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga). Pembangunan PLTS ini ditargetkan selesai pada Juli 2022.

Pembangunan PLTS akan dimulai di GT Ngurah Rai yang selanjutnya akan diteruskan ke dua GT lainnya yaitu GT Nusa Dua dan GT Benoa.

Erick mengapresiasi sinergi yang dilakukan PTBA dan Jasa Marga, sekaligus bentuk nyata dan dukungan BUMN dalam pengurangan emisi karbon global dan Presidensi G20 Oktober 2022 mendatang.

Selain itu, hal ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mewujudkan nol emisi karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Saya mengapresiasi sektor usaha BUMN yang mulai mengurangi emisi karbon. Kita berkomitmen untuk mencapai target net zero emision yang telah didengungkan pemerintah Indonesia yaitu pada 2060. Untuk mencapai ini, kita sedang berproses melakukan Energy Transition Mechanism dan juga mendorong ekosistem mobil listrik,” terang Erick, (7/3/2022).

Erick berharap kerja sama yang dilakukan oleh dua BUMN ini dapat menghadirkan value added, terutama bagi ekonomi, sosial dan lingkungan sekitar.

Sebagaimana diketahui, Jalan Tol Bali Mandara merupakan jalan tol pertama di Bali yang menghubungkan Kota Denpasar/Pelabuhan Benoa, Bandara Internasional Ngurah Rai, dan Nusa Dua di Provinsi Bali, dan memiliki panjang sekitar 12,7 kilometer (Km).

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.