Naik Level, Manager Persija Rekrut Thomas Doll

Manajemen Persija Jakarta akhirnya membeberkan alasan penunjukkan Thomas Doll sebagai pelatih kepala. Mantan juru taktik klub Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund itu dipilih karena dianggap bisa membawa Persija naik level.

Wakil Presiden Persija, Ganesha Putra mengatakan, manajemen memiliki sebuah desain klub jangka menengah dan panjang selama tiga tahun ke depan. Manajemen menargetkan Macan Kemayoran -julukan Persija- bisa bersaing dan sukses di tingkat Asia dalam jangka waktu tersebut.

“Kami merancang strategi bagaimana mencapai visi tersebut. Salah satunya adalah pelatih yang sangat kuat, dalam hal reputasi, kapabilitas dan pengalaman bukan hanya di level liga domestik, tapi juga kontinental. Thomas Doll, kita tahu dia punnya pengalaman di Liga Champions maupun Liga Europa,” kata Ganesha dalam Buka Bersama Persija dan Media di Hotel Monopoli, Kemang, Jakarta, Jumat (29/4).

“Sebenarnya ada beberapa kandidat, tawaran dan riset, ada beberapa nama. Tapi sampai kami mengerucutkan (daftar) dan akhirnya manajemen punya feeling yang baik berdasarkan hasil riset dan telaah mendalam bahwa Doll adaah orang yant tepat untuk bisa mewujudkan mimpi kita.”

Selain pengalaman dan kapabilitas, kata Ganesha, Doll memiliki rekam jejak serta kemampuan metodologi untuk membangun tim yang baik.

“Jadi bukan cuma sekadar datang dan bekerja, mencari nafkah, tapi juga punya suatu passion ubtuk membangun derajat sepak bola Indonesia lebih tinggi.”

Pelatih asal Jerman disodorkan kontrak selama tiga tahun oleh Persija. Dalam jangka waktu itu, Doll memiliki indikator performa kerja (KPI) proses yang harus dipenuhi, tidak hanya hasil akhir.

“Apakah proses yang dijalani itu on the track atau tidak. Memang terkadang proses tidak baik menghasilkan hasil yang bagus. Tapi kami percaya bahwa hanya proses yang baik yang menghasilkan hasil baik,” jelas Ganesha.

Lebih jauh, Ganesha menegaskan bahwa Thomas Doll akan diberikan kebebasan penuh dalam hal teknis untuk mendukung proses yang ditantani oleh sang pelatih. Termasuk membawa sejumlah pemain yang diinginkan oleh pelatih berusia 56 tahun tersebut.

“Tentu saja ini kolaborasi. Semuanya berhlaan secara kolektif kolegial. Tapi tentu ada batas-batas yang kita hanya berikan saran, masukan dan sebagainya. Tapi keputusan akhir ada di pelatih,” tambahnya.

“Salah satu wujudnya adalah gimana ada pemain yg memang rekomendasi dari beliau. Itu wujud bahwa dia diberikan kebebasan untuk bisa memilih dan mengambil keputusan pada sesuatu yang bersifat ranah teknis.”

Thomas Doll sendiri dikabarkan akan berangkat dari Jerman menuju ke Indonesia pada 15 Mei mendatang. Artinya, dia akan sudah tiba di Jakarta pada 16 Mei dan langsung memulai persiapan tim Persija Jakarta untuk kompetisi musim depan.[]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.