Jonatan dan Ginting Sudah Jadi Pemain Top dengan Caranya Sendiri

Jonatan dan Ginting Sudah Jadi Pemain Top dengan Caranya Sendiri

Pebulutangkis Malaysia, Lee Zii Jia menyanggah pernyataan dua legenda tunggal putra Liem Swie King dan Taufik Hidayat soal Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Menurutnya, kedua pemain andalan Indonesia itu sudah menjadi pebulutangkis top di dunia.

Belakangan, tunggal putra Indonesia menjadi sorotan setelah dua legenda tanah air, Liem Swie King dan Taufik Hidayat, melontarkan kritikan tajam atas performa dan prestasi di sektor ini.

Swie King, pemenang Piala Thomas pada tahun 1976, 1979 dan 1984, dilaporkan mendukung sentimen Taufik Hidayat bahwa Anthony Ginting dan Jonatan masih belum bisa disebut pebulutangkis kelas dunia.

Taufik, yang mengharumkan nama Indonesia di Piala Thomas 2000 dan 2002, menyatakan bahwa Ginting dan Jonatan saat ini masih berjuang mengembalikan performa terbaik mereka, meskipun peringkat mereka tinggi.

Kritik tajam terhadap Anthony Ginting dan Jonatan pun terdengar sampai negara tetangga Malaysia. Khususnya Lee Zii Jia, tunggal putra terbaik di Negeri Jiran itu justru percaya sebaliknya.

Dilansir dari NST, juara All England 2021 tersebut mengatakan bahwa Ginting yang berperingkat lima dunia dan peringkat delapan, Jonatan masih jadi lawan yang sulit ia kalahkan.

Dengan Piala Thomas dan Uber 2022 yang sebentar lagi akan dilangsungkan pada 8-15 Mei, pemain nomor 7 dunia itu menargetkan harus bisa mengalahkan dua andalan Merah Putih itu di turnamen nanti.

“Saya tidak setuju dengan mereka (Liem King dan Taufik Hidayat). Saya pikir Anthony (Ginting) dan Jonatan (Christie) sudah menjadi pemain top dengan cara mereka sendiri,” ujar Lee Zii Jia.

“Saya sudah menghadapi keduanya berkali-kali, dan mereka bukan lawan yang mudah. Saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka (di Piala Thomas), karena mereka bisa memenangkannya untuk Indonesia.”

Head-to-Head Lee Zii Jia dengan Ginting dan Jonatan 

Sebagai catatan, Lee Zii Jia memang baru berhasil mengalahkan Ginting dan Jonatan masing-masing satu kali dalam lima pertemuan sebelumnya.

Bahkan, Ginting dan Jonatan masing-masing mendulang satu poin saat Indonesia mengalahkan Malaysia 3-0 di perempat final Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark, Oktober lalu.

Kedua pemain ini juga mempunyai peran penting dalam perjalanan Indonesia meraih gelar juara ke-14 pada turnamen lambang supremasi beregu putra tersebut.

Jonatan, pemenang medali emas Asian Games 2018, sendiri baru berhasil mengakhiri puasa gelarnya selama tiga tahun dengan memenangkan gelar Super 300 Swiss Terbuka bulan lalu.

Sementara gelar terakhir yang dimenangkan Anthony Ginting adalah di Indonesia Masters 2022, dengan dirinya masih mampu memenangkan medali perunggu di Olimpiade Tokyo tahun lalu.

Meski Indonesia masih dianggap kurang bersaing di sektor tunggal putra, mereka memiliki kekuatan di sektor ganda putra yang bakal jadi ancaman di Piala Thomas 2022.

Tiga pasangan di antaranya menduduki 10 besar dunia, sedangkan tiga pasangan lainnya berada di di peringkat 25 besar. Ini jelas membuka peluang Indonesia untuk mempertahankan trofi Piala Thomas tahun ini.

Sementara pada Piala Thomas 2022 bulan depan, Malaysia tergabung di Grup D bersama dengan juara tahun 2014 Jepang, Inggris dan Selandia Baru. Sementara Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Thailand dan Singapura.[]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.