IZho

Bangga! Siswa Penabur Sumbang Emas Terbanyak Untuk Indonesia Dalam IZhO

Tim siswa Indonesia meraih delapan medali di ajang Internasional Zhautikov Olympiad (IZhO) ke-18 yang dilaksanakan secara daring pada 15-23 Februari 2022. Siswa Indonesia meraih dua medali emas, empat medali perak, dan 2 medali perunggu. 

Ajang IZhO merupakan olimpiade yang bidang matematika, fisika, dan ilmu komputer dan telah berlangsung sejak 2005 dengan mengusung visi “Persahabatan Hebat melalui Kolaborasi dalam Fisika dan Matematika”. Tahun ini sebanyak 20 negara berpartisipasi pada ajang tersebut antara lain Armenia, Azerbaijan, Belarus, Bulgaria, Georgia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Serbia, Tajikistan, Turki, dan lainnya. IZhO 2022 diikuti 570 siswa di bidang matematika, 339 bidang fisika, dan 306 bidang ilmu komputer. 

Dari delapan medali yang diraih siswa Indonesia, lima medali secara khusus disumbangkan siswa BPK Penabur Jakarta. 

Raihan medali siswa Indonesia Berikut delapan siswa yang meraih medali di ajang Internasional Zhautikov Olympiad (IZhO) ke-18: 

Medali Emas

Rafael Kristoforus Yanto, SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang  (Bidang Matematika). 

John Howard, SMA Darma Yudha, Pekanbaru (Bidang Fisika). 

Medali Perak 

Edward Humianto, SMAK 1 Penabur Jakarta (Bidang Fisika). 

Joshua Adrian Cahyono, SMAK 1 Penabur Jakarta (Bidang Ilmu Komputer). 

Joseph Oliver Lim, SMAK 1 Penabur Jakarta (Bidang Ilmu Komputer)

Jonathan Tjandra, SMAK Calvin Jakarta (Bidang Fisika). 

Medali Perunggu 

Andrew Janong, SMAK 5 Penabur Jakarta (Bidang Matematika) 

Janssen Edyth Lim, SMPK Immanuel Pontianak (Bidang Matematika) 

Semangat berprestasi di masa pandemi   

“Berkat latihan selama bertahun-tahun dan dilakukan secara konsisten, persiapan untuk kompetisi IZhO 2022 yang berlangsung beberapa bulan saja dapat saya lakukan dengan maksimal, salah satunya dengan mencoba soal latihan IZhO tahun lalu sejak Desember 2021,” ungkap Joshua Adrian Cahyono, siswa SMAK 1 PENABUR. 

Joshua juga menyampaikan, bukan perkara mudah mempersiapkan kompetisi ini di tengah-tengah pembelajaran sekolah yang harus tetap diikuti. 

“Para guru di sekolah sangat suportif, mereka mendukung penuh dalam mengikuti lomba dan kerap kali memberikan pelajaran tambahan bagi yang ketinggalan pelajaran di kelas karena mengikuti kompetisi,” tambah Joshua. 

Joshua juga mengajak rekan-rekannya sesama siswa selalu berusaha keras dan memiliki semangat pantang menyerah. 

“Jadikan situasi pandemi sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki, serta jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan serta istirahat yang cukup sehingga mampu mengeluarkan potensi yang dimiliki secara maksimal,” pungkas Joshua.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.