2 Siswa MAN 2 Kota Malang Diterima Universitas di Kanada

2 Siswa MAN 2 Kota Malang Diterima Universitas di Kanada

Dua siswa MAN 2 Kota Malang diterima di universitas di Kanada. Mereka adalah Mohammad Ismu Daud dan Hilman Agung Saputra. Kedua siswa kelas XII IPA 7 di MAN 2 Kota malang itu diterima di dua universitas berbeda. Ismu dan Hilman diterima di University of British Columbia (UBC) dan University of Toronto.

Mereka sebelumnya mengikuti program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni Beasiswa Indonesia Maju (BIM) pada akhir 2021. Ismu mengaku, bisa mengikuti program BIM tidak terlepas dari prestasinya pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 secara online tingkat SMA/MA sederajat. Saat itu, ia berhasil meraih medali emas pada bidang biologi dengan mengalahkan sekitar 100 peserta dari berbagai daerah.

“Sebelumnya tahun 2020 saya juga ikut KSN bidang Biologi tapi hanya dapat medali perunggu, setelahnya saya bertekad bisa lebih baik di tahun selanjutnya, akhirnya dapat medali emas tahun 2021 itu,” kata Ismu saat diwawancarai, Senin (28/3/2022).

Prestasi lainnya yang pernah diraih Ismu yakni mendapatkan juara dua dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) pada 2020. Lebih lanjut, atas prestasinya dalam KSN maka dirinya berkesempatan untuk mendaftar BIM.

“BIM ini ditujukan bagi pelajar yang berprestasi di KSN, mereka bisa mendaftar setelah seleksi bisa difasilitasi untuk mendaftar ke 40 universitas di luar negeri, kemudian saya memilih beberapa dari sekian banyak itu,” katanya.

Ismu mendaftar BIM pada awal Desember dan saat itu dalam kondisi waktu yang mendadak.

“Jadi misal hari ini sosialisasi kemudian nggak sampai seminggu hanya selang beberapa hari ditutup, jadi waktunya agak sebentar untuk mendaftar,” katanya.

Pria asal Pakis, Kabupaten Malang, itu mendaftar di University of British Columbia (UBC) untuk konsentrasi Bachelor of Science dan University of Toronto untuk konsentrasi Studies in Life Science, Faculty of Arts and Sciences. Menurutnya, kedua universitas dipilih karena cenderung menerima lebih banyak mahasiswa dari luar negeri.

“Cenderung mudah diterima juga, kemudian kedua universitas memiliki konsentrasi untuk plant science atau ilmu tumbuhan dan saya berminat di bidang itu, tetapi nanti saya pilih
University of Toronto karena lebih bagus menurut saya,” katanya.

Berbagai proses dilewati untuk mengikuti program BIM seperti tes Bahasa Inggris yakni IELTS dan TOEFL. Ismu memperkirakan jika tidak ada halangan pada September akan berangkat untuk menimba ilmu di luar negeri.

“Orangtua sendiri setuju, tapi sekarang saya sedang fokus untuk ujian madrasah untuk kelulusan, mohon doanya saja semoga lancar semua,” ujarnya.

Di sisi lain, pria kelahiran 14 Desember 2003 itu mengatakan baginya untuk bisa meraih prestasi gemilang sebagai pelajar harus giat belajar. Kemudian menurutnya setiap individu harus memiliki keinginan yang dikejar tetapi sesuai kemampuan masing-masing.

“Kalau belajar karena saya sama Hilman masuk kelas Olimpiade biasanya setiap akhir pekan ada tambahan setelah pulang sekolah, kalau mendekati lomba pasti banyak tes
tetapi yang penting juga sambil menjaga ibadah harus itu,” katanya.

Sedangkan Hilman Agung Saputra mendaftar di dua universitas di Kanada, yakni UBC dan University of Toronto. Sedangkan satu lagi di Nanyang Technological University,
Singapore. Namun saat ini yang sudah mendapatkan persetujuan dari pihak kampus melalui LoA (Letter of Acceptance) di UBC.

“Saya sangat senang sekali bisa mendaftar, karena memang punya keinginan untuk bisa kuliah di luar negeri, kemudian yang di Kanada itu saya pilih karena mereka memiliki laboratorium alam yang bisa nantinya membantu kelancaran studi saya,” kata pria asal Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Hilman berharap ke depan bisa mengambil jurusan ilmu kebumian. Sebelumnya, pria kelahiran 24 Januari 2004 itu memiliki prestasi di KSN tahun 2020 mendapatkan medali perak bidang Kebumian. Wakil Kepala Kesiswaan MAN 2 Kota Malang, Anita Yusianti mengatakan adanya dua siswanya yang diterima kuliah di Kanada sangat membanggakan. Menurutnya hal itu bisa memotivasi pelajar lainnya untuk bisa meraih prestasi yang baik. Sebenarnya dari siswa di sekolahnya terdapat empat orang yang ikut program BIM tetapi baru dua siswa yang telah ada kejelasan.

“Juga menambah motivasi bagi kami untuk lebih baik dalam membimbing dan mengelola peserta didik yang mempunyai talenta di bidang olimpiade,” katanya.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.